Skip to content

Cara Hitung Bunga Pinjaman dan Contoh Perhitungannya

Cara hitung bunga pinjaman sebenarnya cukup mudah karena ada rumusnya tersendiri. Namun rumus perhitungannya bisa berbeda sesuai dengan jenis bunganya apakah bunga flat atau efektif yang memang sangat umum digunakan. Bagi yang masih bingung tentang cara menghitungnya, berikut akan kita bahas rumusnya beserta contoh perhitungannya.

Cara Hitung Bunga Pinjaman dan Contohnya

Saat mengajukan pinjaman baik ke bank maupun lembaga keuangan lainnya, akan ada namanya bunga yang harus dibayarkan oleh nasabah. Nah, bunga inilah yang harus diperhatikan oleh nasabah sebelum benar-benar menyetujui pinjaman. Nasabah harus memastikan suku bunganya normal dan tidak memberatkan sehingga kelancaran pembayaran cicilan tetap terjaga.

Nasabah juga bisa menghitung bunga terlebih dahulu untuk mengetahui total bunga yang harus dibayarkan. Cara perhitungannya pun mudah bisa melalui beberapa metode sesuai dengan jenis bunganya seperti berikut:

Bunga Flat

Bunga flat dihitung dari pokok pinjaman awal dan nominalnya akan tetap sama hingga akhir tenor. Rumusnya yaitu:

Bunga = Jumlah pinjaman x bunga flat

Contoh perhitungannya:

Jika mengajukan pinjaman Rp10.000.000 dengan bunga flat 8% dan tenor 12 bulan, berikut perhitunganya:

Bunga = Rp10.000.000 x 8%= Rp800.000

Bunga per bulan = Rp800.000 : 12 = Rp66.667

Cicilan pokok per bulan = Rp10.000.000 : 12 = Rp833.333

Total cicilan per bulan = Rp833.333 + Rp66.667 = Rp900.000

Dalam perhitungan ini setiap bulan nasabah harus membayar Rp900.000.

Bunga Efektif

Dalam bunga efektif, suku bunganya akan semakin kecil karena perhitungannya menggunakan sisa pokok pinjaman. Cara hitung bunga pinjaman ini yaitu:

Bunga = sisa pokok pinjaman x suku bunga per tahun : jumlah periode atau tenor.

Contoh perhitungannya:

Jika nominal pinjaman Rp12.000.000 dengan bunga tahunan 10% dan tenor 12 bulan maka perhitungan bunganya:

Besaran bunga bulan pertama = Rp12.000.000 x 10% : 12 = Rp100.000

Cicilan pokok setiap bulan = Rp12.000.000 : 12 = Rp1.000.000

Total cicilan bulan pertama = Rp1.000.000 + Rp100.000 = Rp1.100.000

Sisa pinjaman setelah cicilan pertama = Rp12.000.000-Rp1.000.000= Rp11.000.000

Untuk bunga pada cicilan selanjutnya perhitungannya sama namun dengan menggunakan nominal sisa pokok pinjaman setelah cicilan sebelumnya terbayarkan.

Cara hitung bunga pinjaman baik flat maupun efektif tentunya cukup mudah bahkan bisa dihitung sendiri secara manual. Pastikan untuk menerapkannya setiap kali hendak mengambil pinjaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *