Apa itu bunga bank BPR? Yaitu sebuah jasa imbal yang akan diberikan pada pihak nasabah, biasanya dilakukan pada Bank Perkreditan Rakyat. Umumnya, besar kecilnya bunga yang ditetapkan diikuti oleh masing-masing kebijakan BPR yang tentu saja berada dibawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan
Hingga saat ini, bunga masih menjadi komponen penting yang perlu dipahami oleh para peminjam sebelum melakukan pinjaman dan dapat disesuaikan dengan kemampuan serta kebutuhan pihak peminjam.
Umumnya, bunga dari bank BPR digunakan untuk membalas jasa yang telah diberikan untuk nasabah saat menyimpan uang di bank tersebut. Namun, perlu dipahami bahwa bunga dari bank BPR biasanya lebih tinggi jika dibandingkan dengan bank lainnya.Mengapa begitu? Hal ini dikarenakan BPR lebih memfokuskan target untuk masyarakat di sekitarnya dan usaha-usaha mikro kecil.
Memahami Jenis-Jenis Bunga Bank BPR
Bank BPR bukan sekedar memberikan pinjaman dan simpanan, tetapi juga menentukan bunga pada setiap pinjaman yang diberikan pada masyarakat dan usaha-usaha. Maka dari itu, terdapat beberapa jenis perhitungan yang biasa digunakan sebelum menandatangani perjanjian-perjanjian pinjaman. Diantaranya adalah:
-
Bunga Tetap
Bunga tetap besarnya persentase memiliki besaran yang sama dari awal hingga akhir pinjaman. Sehingga, apabila kondisi ekonomi serta suku bunga pasaran berubah, angsuran dari bunga tetap tetaplah sama. Ini tentu saja sangat membantu nasabah untuk melakukan rencana penyusunan uang secara teratur dan tenang.
-
Bunga Menurun
Selanjutnya yaitu bunga menurun. Bunga ini biasanya dihitung menurut sisa pokok hutang-hutang yang belum lunas. Maka dari itu, setiap membayar angsuran maka porsi pokoknya pun akan ikut mengecil dan meringankan utang pokok.
-
Bunga Efektif
Ketiga yaitu bunga efektif, bunga ini biasanya dihitung dari sisa saldo pokok pinjaman tetapi tetap dengan hitungan yang terinci. Maka dari itu, biasanya perhitungan akan lebih akurat dan memberikan beban biaya yang jauh lebih terjangkau apabila dibandingkan dengan bunga tetap dalam jangka waktu lebih panjang.
-
Bunga Flat
Terakhir yaitu bunga flat. Jenis bunga ini biasanya dihitung berdasarkan jumlah pokok utang secara penuh selama seluruh masa pinjaman. Kemudian, besaran bunganya akan dibagi secara merata pada setiap bulannya sehingga angsuran bulanan dan nilainya akan sama besar hingga lunas. Oleh karena itu, cara hitung inilah yang paling mudah dipahami kebanyakan orang.
Intinya, bunga Bank BPR adalah tingkat imbal hasil untuk simpanan dan biaya pinjaman yang ditawarkan oleh Bank Perkreditan Rakyat. Umumnya, BPR menawarkan bunga tabungan sekitar 2%–6% per tahun dan bunga deposito dapat mencapai lebih dari 6% per tahun. Pastikan suku bunga simpanan tetap berada dalam batas penjaminan LPS agar dana terlindungi.
Sementara itu, bank umum umumnya hanya memberikan bunga tabungan sekitar 0,5%–1,5% per tahun. Untuk produk kredit, bunga di BPR cenderung lebih tinggi dibandingkan bank umum karena menyesuaikan profil risiko nasabah, jumlah pinjaman, serta jangka waktu pembiayaan.
Sebelum memilih BPR, bandingkan besaran bunga simpanan dan kredit dari beberapa bank. Perhatikan pula status kepesertaan LPS, syarat produk, serta tenor yang ditawarkan agar Anda memperoleh keuntungan optimal sekaligus menjaga keamanan dana yang disimpan.
Maka dari itu, memahami pengertian dan ragam-ragam jenis perhitungan bunga akan membantu orang -orang untuk mengambil keputusan keuangan secara tepat. Bunga bank BPR memang menjadi hal utama yang perlu diperhatikan dengan baik, ketika ingin menabung atau bahkan meminjam dana. Oleh karena itu, pahami segala ketentuan yang ada, tanya secara jelas bagaimana cara menghitungnya dan pastikan pilihan bunga sesuai dengan kemampuan finansial.
